gold monkey : 2nd story
sekitar bulan april atau juni, edo menyatakan hengkang dari GM . kami pun terkejut! aku berusaha sekuat pikiran untuk menahannya.
aku mengatakan sebelum dia keluar, GM harus memiliki sebuah lagu. dia pun setuju akan hal itu. kamipun lega.
hari demi hari kami lalui dengan menata not - not balok agar menjadi suatu rangkaian nada yang dapat diperdengarkan. dan akhirnya, edo sendiri pun yang mengusulkan sebuah lagu. semua setuju akan hal itu. maka beramai - ramai lah kami menggabungkan ide - ide dan nada - nada masing - masing di rumah azka, sang drummer.
hari demi hari, nada - nada lagu kami mulai terdengar. tetapi, itupun masih jauh dari kesempurnaan. tak ada lantunan lirik, alunan melodi gitar, dan yang menjadi masalah besar, kami sendiri kurang yakin dengan lagu tersebut. maka, pembuatan lagu tersebut pun terhenti seketika.
hingga pada suatu ketika, kira - kira bulan agustus, edo tak tahan lagi akan keadaan band dan dirinya sendiri. iapun berpikiran untuk kembali hengkang. namun, kami tak bisa memaksakan kehendak karena keadaannya memang sangat memprihatinkan.
edopun terlepas.
hari hari tak menunjukan suatu jawaban akan pencarian kami untuk menggantikan edo, hingga pada suatu ketika, salah seorang dari kami mengusulkan seorang pianis dari negeri seberang(ahh, lebay lo), bernama adel, yang tidak lain adalah sahabat jojo sendiri, untuk menjadi anggota GM. kami setuju tujuh turunan! dan akhirnya adel pun yang menjadi anggota kami.
namun terdengar kabar bahwa azka diajak oleh edo untuk membentuk suatu band. aku mengelus dada. namun azka ternyata masih lebih memilih kami ketimbang edo. kami sedikit gembira.
pada saat kami pertama kali berlatih bersama adel, aku melihat suatu hal yang disembunyikan di dalam lubuk hatinya. aku rasa dia kurang 'srek' dengan keadaan kami yang berlatih tanpa persiapan apapun. terlebih, latihan itupun sebenarnya tidak direncanakan matang - matang. aku tidak bisa berharap banyak dengan perasaan adel yang seperti itu. aku yakin cepat atau lambat dia akan mengundurkan diri. dan ternyata benar. pada saat hari ulang tahun jogjakarta, dia menyatakan atas kemunduran dirinya dari GM. kami kecewa. namun tak banyak hal yang bisa kami kerjakan. aku bilang,"yaudalah kalo ini yang terbaik". dan kamipun kembali berempat.
lalu, beberapa waktu kemudian, azka mengajukan suatu lirik untuk dijadikan lagu. chito berapresiasi untuk menggarapnya. namun belum juga menemukan suatu kepastian. akhirnya dipanggilnyalah om windo, guru gitar chito dan aku, untuk membuat nada iringan.
pertama kali mendengar aku kurang begitu yakin. tetapi aku juga tak bisa egois untuk memaksakan ide - ide ku. lagu tanpa reff pun jadi. "yaa,lumayanlah" kataku. semuapun setuju. lalu pada saat om windo menyusun reffnya, aku mengelus dada. yahh, mungkin tak berkenan di hatiku ya. akupun tak tau bagaimana perasaan yang lain.
berhari hari kemudian, tak ada kegiatan penggarapan lagu lagi. entah kenapa aku menganggap susunan lagu tadi kurang baik. argumen itupun diperkuat oleh anggapan sama dari thata, sahabat jojo yang lain.


argh , ,aku lama2 bosen dengan keadaan ini ..zz.
Post a Comment